Materi kd.3.3 Alat Musik Tradisional

 BAB 11 

ALAT MUSIK TRADISIONAL


Musik Ansamble merupakan perpaduan dari beberapa alat musik yang membentuk orkestra. Di setiap daerah Indonesia memiliki alat orkestra yang sering disebut dengan karawitan. Kalua di jawa dan bali disebut gamelan. Kalua di sumatera barat disebut talepong. Di sumatera utara disebut dengan gondang. Di sulawesi utara disebut dengan kulintang.


TEKNIK DAN GAYA BERNYANYI LAGU DAERAH

A. Jenis Musik Tradisi di Indonesia

Musik merupakan Bahasa universal. Melalui musik orang dapat mengekspresikan perasaan. Musik tersusun atas kata, nada, dan melodi yang terangkum menjadi satu. Bahasa musik dapat dipahami lintas budaya, agama, suku, suku ras, kelas sosial. 

Pada praktiknya, musikalitas seseorang berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor internal dan juga eksternal. Secara internal musikalitas dipengaruhi oleh Bakat dalam dirinya, sedangkan factor eksternal lebih ditentukan oleh kesukan atau kegemaran dan lingkungan tempat tinggal.

Di daerah Aceh terdapat musik yang disebut Didong. Didong merupakan suatu bentuk kesenian tradisional yang sangat populer di Aceh tengah. Kesenian ini dilaksanakan secara vokal oleh sejumlah 30-40 kaum pria dalam posisi duduk bersila dalam suatu lingkaran. Nyanyian didong diiringi dengan tepuk tangan secara berirama oleh para peserta sendiri. Permainan didong mirip dengan saman.

Pertunjukan wayang cokek merupakan salah satu bentuk pertunjukan musik tradisional di daerah Jakarta atau Betawi. Wayang cokek berupa kesenian nyanyi dan tari dilakukan oleh pemain wanita. Pada jaman dahulu, yang menari adalah perempuan-perempuan yang menjadi budak belian mereka mengepang rambutnya dan mengenakan baju kurung yang lazim dikenakan oleh orang-orang dari sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan dari daerah yang lain.

* Instrumen yang mengiringi bentuk nyanyian dan tarian ini terdiri dari kombinasi sebagai berikut:

  • Sebuah gambang kayu
  • Sebuah Rebab
  • Sebuah suling
  • Sebuah kempul, ditambah kenong, kethuk, dan krecek
  • Gendhang

* Jenis musik tradisional antara lain:

  1. Musik Perkusi/Idiofon
        Contoh: gamelan, talepong, kulintang, dan arumba.

    2. Musik Membranofon

        Contoh: kendhang, jimbay, dan rebana

    3. Musik Kordofon

       Contoh: siter dan rebab

    4. Musik Aerofon 

       Contoh: suling dan terompet.


B. Tehnik Memainkan Alat Musik


Instrumen musik tradisional sangat banyak macamnya. Selain dibagi menurut sumber bunyinya, alat musik daerah bisa dipilah-pilah berdasarkan bentuknya:

1. Bentuk Tabung


        

Bentuk tabung merupakan bentuk umum dari alat musik yang memakai bahan dasar bambu. Dalam perkembangannya bahan bambu tersebut dapat digantikan dengan bahan lain, seperti kayu dan logam. Instrumen yang termasuk dalam bentuk tabung misalnya calung, angklung, kentongan/kulkul, suling/saluang, dan  guntung. Cara memainkan alat ini ada yang dipukul, digoyang atau ditiup.


2. Bentuk Bilah

           

Berbeda dengan bentuk tabung, bentuk bilah ini tidak memiliki rongga. Kekuatan bunyi yang dihasilkan masih perlu didukung oleh perangkat lain, yakni wadah gema sebagai ruang resonator. Permukaan bilah dapat berupa bidang rata, dapat pula bidang cembung. Bahkan kadang-kadang berupa irisan dari bentuk tabung. Contoh alat musik berbentuk bilah adalah gambang, kolintang, saron, dan gender. Cara memainkan alat ini dengan dipukul.


3. Bentuk Pencon




Istilah pencon berasal dari kata pencu (jawa), yaitu bagian yang menonjol dari suatu bidang datar atau yang dianggap datar. Pencu dimaksudkan sebagai tumpuan pukulan. Baik pencu ke atas maupun ke samping pada umumnya terbuat dari logam. Di negeri kita alat musik jenis pencon ini terdapat cukup banyak. Yang menarik adalah alat sejenis ditata dengan sistem nada dan penyusunan yang berbeda-beda pada tiap daerah. Misalnya, bonang (jawa dan sunda), tromping (bali), kromong (betawi) , talempong (minang), totobuang (Ambon), dan kangkanong (banjar). 

*Cara memainkan alat ini dengan cara dipukul.

• Kentongan (bentuk tabung)


Kentongan Bahasa lainnya disebut Jidor adalah alat pemukul yang terbuat dari batang bambu atau batang kayu jati yang dipahat. Kegunaan kentongan didefinisikan sebagai tanda alarm, sinyal komunikasi jarak jauh, morse, penanda azan, maupun tanda bahaya.

• Talepong (Bentuk Pencon)



Talepong adalah sebuah alat musik tradisional khas suku Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan. Talepong dapat terbuat dari kuningan namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Talepong berbentuk lingkaran dengan diameter 15-17,5 cm pada bagian bawahnya berlubang. Pada bagian atas talepong terdapat bundaran yang menonjol berdiameter 5 cm sebagai tempat untuk dipukul. Talepong memiliki nada yang berbeda. Bunyinya dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukul pada permukaannya.


C. Mengenal Musik Angklung



Angklung merupakan alat musik asli Indonesia yang terbuat dari bamboo dan merupakan warisan budaya bangsa Indonesia dan telah diakui secara internasional. Sistim nada angklung pada awalnya berlaraskan pelog, slendro, madinda. Angklung jenis ini disebut angklung buhun. Kemudian Pak Daeng Sutikna membuatkan angklung berlaraskan diatonis. Nada-nada angklung buhun dideskripsikan menjadi dok-dok lonjor memiliki 3 nada, badud dan badeng memiliki 4 nada dan angklung buncis memiliki 5 nada. 

*Jenis-jenis angklung tersebut adalah:

1. Angklung Kanekes


     Angklung ini sering dikenal sebagai angklung badui, digunakan untuk upacara menanam         padi. Angklung ini bukan hanya sebatas media hiburan tetapi juga memiliki nilai magis              tertentu.


2. Angklung Gubrag



Angklung ini berasal dari kampung Cipiding kecamatan Cigudeg juga digunakan untuk menghormati dewi padi.


3. Angklung Dok-dok Lonjor


Angklung ini berasal dari masyarakat banten selatan di daerah gunung halimun. Digunakan pada upacara seren taun menghormati dewi padi karena panen berlimpah.

4. Angklung Badeng


Angklung badeng berfungsi sebagai hiburan dan media dakwah penyebaran islam, namun sebelumya di garut tepatnya di kecamatan Malangbong juga dipakai berhubungan dengan ritual padi.

5. Angklung Buncis


Angklung buncis dipakai sebagai media hiburan. Namun awalnya juga dipakai pada acara ritual pertanian yang juga berhubunngan dengan tanaman padi.


MENGENAL TOKOH MUSIK


Saridjah Niung (lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 2 Maret 1908, meninggal tahun 1993 pada usia 85 tahun dengan nama lengkap Saridjah Niung Bintang Soedibjo. Setelah menikah dan lebih dikenal dengan nama Ibu Soed) adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan, dan seniman batik Indonesia. Kemahiran Saridjah di bidang music terutama bermain biola, sebagian besar dipelajari dari ayah angkatnya yaitu Prof.Dr.Mr.J.F. Kramer, seorang pensiunan wakil ketua Hoogerechtshof (Kejaksaan Tinggi di Jakarta)


Cukup sekian materi seni musik Alat musik Tradisional untuk hari ini. Apabila terdapat hal yang kurang kalian pahami silahakan tanyakan pada Guru Pembimbing Seni Budayamu.


Terima kasih dan Sehat Selalu...^^'

Komentar